Wanita

wanitaSetahun yang lalu saya menulis tentang wanita… di blog ini . Pada saat itu saya terinspirasi melihat gambar wanita dan sarung tinjunya di jalan waktu pergi  berangkat bekerja.

Sekarang sekedar sharing tentang ceramah Subuh yang saya dengarkan di televisi oleh Alm. KH. Mawardy Labay … (pada saat ibu saya masih ada). Didalam ceramahnya beliau menjelasakan tentang perbedaan seorang pria dan wanita dalam sudut pandang pemikirannya. Jika  seorang pria melihat 100 kebaikan dan  1 keburukan maka yang dilihat adalah 100 kebaikannya,  dan kebalikan dari seorang wanita… yang dominan mempergunakan perasaan  maka  yang dilihat 1 keburukannya.

Belajar dari itu, saya pribadi selalu berpikir berkali-kali dan selalu berusaha memposisikan diri saya sebagai orang lain jika ingin memahami seseorang.

Pada umumnya… wanita memiliki 99% perasaan dan 1% akal (pikiran) … pria memiliki 1% perasaan dan 99% akal (pikiran). Itu sebabnya wanita mudah menangis… mudah marah… mudah bingung… sehingga kelihatan lemah. Dibalik kelemahannya… wanita sangat kuat menahan sakit sebagai seorang ibu disaat melahirkan anak-anaknya (D:)

Duhai pria… jangan sakiti seorang wanita, walaupun kau memiliki akal/pikiran yang lebih tinggi… jangan permainkan hatinya…

Duhai wanita… jangan kau pergunakan “lemah lembut-mu” untuk memperdayai pria…

Selamat Hari Wanita Sedunia …08 Maret 2014…

Wanita

petinjuPagi tadi disepanjang jalan menuju kampus saya terinspirasi melihat gambar poster wanita yang lengkap dengan sarung tinju…bersiap-siap untuk bermain tinju…terlintas di benak saya…apa yang dicari wanita itu sehingga “rela”  meninggalkan sisi feminisnya…

Padahal bermain /olahraga tinju pasti sangat menyakitkan jiwa dan raga wanita itu…karena Allah SWT menciptakan wanita dengan segala kasih sayang dan kelemah lembutannya…untuk mengayomi anak-anak serta mencintai keluarga.

Penerapan emansipasi wanita dalam kehidupan kita yang sesungguhnya yaitu hendaknya menempatkan posisi dengan sebenar-benarnya, bolehlah kita sebagai wanita merasa bisa mandiri atau bahkan merasa bisa mengungguli pria … tapi ingat ada satu tugas mulia yang tidak boleh kita lupakan yaitu peran kita sebagai seorang ibu dan istri haruslah diutamakan. Wanita adalah tiang bagi pondasi keutuhan rumahtangga,  dan juga guru bagi anak-anak bila kita salah dalam memposisikan emansipasi wanita dalam diri kita maka hancurlah tatanan yang ada di rumahtangga .

Selamat menyambut Hari Wanita Sedunia…8 Maret 2013…