Puisi Taufik Ismail

imagesDua orang cucuku bertanya tentang angka angka… Datuk-datuk aku mau bertanya tentang angka-angka … Kata Aidan cucuku laki-laki… Aku juga … aku juga … kata Raina cucuku yang perempuan…Aku juga mau bertanya tentang angka-angka…Rupanya mereka pernah membaca bukuku tentang angka-angka… dan ini agak mengherankan…Karena mestinya mereka bertanya tentang puisi… Tetapi baiklah… Rupanya mereka di sekolahnya di SMA ada tugas menulis makalah… Mengenai puisi, dia sudah banyak bertanya ini itu, sering berdiskusi… Sekarang Aidan dan Raina datang dengan ide mereka… Menulis makalah dengan angka-angka … Begini datuk…Katanya ada partai di dunia itu membantai 120 juta orang selama 74 tahun di 75 negara… Kemudian kata Aidan dan Raina ya… ya… 120 juta orang yang dibantai… Setiap hari mereka membantai 4500 orang selama 74 tahun di 75 negara… Kemudian cucuku bertanya … Datuk datuk, ko ada orang begitu ganas ? … Kemudian dia bertanya lagi… Kenapa itu datuk ? Mengapa begitu banyak ? Mereka melakukan kerja paksa, merebut kekuasaan di suatu negara…Kerja paksa … Kemudian orang-orang di bangsanya sendiri berjatuhan mati… Kerja paksa… Kemudian yang kedua Sesudah kerja paksa Program ekonomi di seluruh negara komunis tidak ada satupun yang berhasil… Mati kelaparan, bergelimpangan di jalan-jalan… Kemudian yang ketiga… Sebab jatuhnya puisi ini … Sebabnya adalah mereka membantai bangsanya sendiri… Di Indonesia… Pertamakali dibawa oleh Musso… dibawa Musso… Di Madiun mereka mendengarkan pembantaian…

Puisi Taufik Ismail

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya…
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu…
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri