Belajar dari petani

petaniSeorang petani adalah pekerja yang mulia, dia teramat sangat menikmati “proses”. Kesabarannya… keikhlasannya… ketekunan dan kerja kerasnya patut dicontoh.

Sebutir padi bisa menjadi ribuan padi, dimulai dari keuletan petani.                               Prosesnya panjang… mula-mula mempersiapkan tanah yang subur dengan cara membajak … setelah itu tanah yang subur diberi pupuk serta men-diamkan tanah tersebut untuk beberapa saat.

Setelah dirasa cukup bagus tanahnya , baru menanam benih yang unggul, setelah  tumbuh tunas-tunas cikal bakalnya maka dengan bantuan kaum wanita, tunas-tunas itu di tanam dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar pertumbuhan padinya bagus.

Dengan sabar setiap hari sawahnya selalu dialiri air…

Disaat banyak rumput liar tumbuh, maka dengan telatennya dicabutnya satu persatu agar tidak mengganggu pertumbuhan padi, dan diberikannya pupuk agar padi tumbuh dengan baik.

Setiap hari berharap-harap cemas semoga padi yang dipanen hasilnya baik, tidak dimakan hama atau cuaca/hawa yang ada mendukung pertumbuhannya…

Hingga saat panen tiba, sebutir padi berbuah ribuan butir…

Semuanya membutuhkan waktu dan ketekunan…

Belajar dengan menggunakan filosofi petani… menikmati proses… tidak mendapatkan sesuatu secara “instan”.

Semangat… bersama-sama kita mencari keberkahan dan kebahagiaan yang diridhoi-NYA…

Ikan asin

Dari mau berangkat kerja… rasanya ingin sekali makan ikan asin peda …dengan nasi yang anget mengepul… dan sedikit sambel bajak yang telah diberi sedikit tetesan air jeruk limau…enaknya…

Berhubung tidak ada persediaan ikan asin di rumah dan untuk belanja ke pasar sudah tidak ada waktu karena harus berangkat bekerja…, akhirnya keinginan  ini tertunda…besok hari Sabtu, hari libur… aku akan beli ikan asin peda di pasar.

Continue reading