Memasak mendol

mendol

Mungkin semua tahu, lauk pauk dari Jawa yang bernama “mendol”. Lauk ini kesukaan kami sekeluarga… karena bahan dasarnya dari tempe dan diberi bumbu empon-empon yang khas yaitu kencur, daun jeruk purut dan laos selain bumbu utamanya adalah bawang putih dan bawang merah (kalau ingin cantik  dan gurih ditambah lombok besar dan ketumbar sangrai)

Anak saya paling “sensitif” merasakan masakan “mendol” ini… jika rasa empon-emponnya tidak pas dia akan protes… “mama… mendolnya kok nggak seperti biasanya… rasanya kurang pas… ” (biasanya saya jawab… rumusnya masih kayak kemarin sayang… hehehe D:)

Kesukaan anak-anakku… mendol digoreng “garing dan renyah” lalu kalau makan “di-remet-remet/dihancurkan pakai tangan” di atas nasi mengepul… pokoknya maknyus… sedap dan enak.

Hanya dengan lauk mendol… semua dapat sarapan dengan lahap di pagi hari ini… duh bahagianya…

Alhamdulillah…

Bersyukur

mawar-putih.jpgDalam kehidupan ini banyak sekali peristiwa-peristiwa yang kita alami… ada  peristiwa yang membuat hati kita bahagia…dan ada pula yang membuat hati kita pilu dan ‘nelangsa’. Biasanya yang membuat hati bahagia adalah apabila sesuai dengan keinginan/hati nurani kita sedangkan yang membuat hati sedih jika tidak sesuai dengan keinginan/hati nurani kita.

Padahal pandangan Allah SWT lebih luas dibandingkan dengan pandangan manusia. Terkadang yang baik menurut pandangan manusia belum tentu baik menurut pandangan Allah SWT. Dan yang buruk menurut pandangan manusia belum tentu buruk menurut pandangan Allah SWT. Bisa jadi yang baik menurut pandangan manusia ternyata buruk menurut pandangan Allah SWT dan sebaliknya yang buruk menurut pandangan manusia bisa jadi itu lah yang baik menurut pandangan Allah SWT. Semua itu pasti ada hikmahnya…

Manusia berusaha lewat lantunan do’a dan ikhtiar … hasilnya kita serahkan pada Allah SWT.

La Haula Wala Quwwata Illa Billah…

Rahasia kebahagiaan

Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain. Sebab, hidup bagaikan lukisan… Untuk melihat keindahan lukisan yang terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap.

Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurinya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain, air yang tak mengalir tidak berkembang… Namun, air yang mengalir dengan bebas selalu segar dan jernih. Continue reading

Mencari bahagia

Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan…  didalam proses menikmati dan mengisi  kehidupan ini. Kebahagiaan itu ibarat mutiara di kedalaman lautan, memerlukan penyelam mahir yang mampu mendapatkannya.
Hanya orang pintar yang dapat mudah meraih kebahagiaan, karena kebahagiaan tiap orang berbeda sudut pandangnya. Ada yang melihat dari sudut pandang materi (uang, harta benda,kecantikan/ketampanan dll) dan ada juga dari sudut pandang non materi atau kepuasan batin (dapat berbagi ilmu, menolong/memberikan solusi kepada teman, dll).Tidak menutup kemungkinan seseorang itu ingin meraih kedua-duanya untuk mencapai kebahagiaannya.

Karena kebahagiaan itu tolok ukurnya adalah rasa maka setiap orang berbeda-beda jalan untuk mencapainya. Salah satu resep untuk mendapatkan rasa bahagia adalah : selalu pasrah dan mengingatNYA dalam suka maupun duka, singkirkan rasa iri, benci, permusuhan, putus asa, sedih dan bangunlah semangat hidup yang positif kedepan serta bangunlah rasa persahabatan dan sukses.

Rasa bahagia itu sepenuhnya milik kita… raihlah dan gapailah rasa itu…

Belajar berbahagia

Sekuntum bunga mawar yang tengah mekar diantara padang ilalang.Mawar itu begitu indah,segar dan mewangi,…Untuk apa mawar ini tumbuh di padang ilalang.Di padang ilalang tidak akan ada yang menghargai keindahannya,tak kan ada yang menghirup kesegarannya…Kasihan kau mawar, keindahanmu hanya sia-sia saja…
Dalam keheningan di padang ilalang itu, tiba-tiba terdengar suara mawar berkata lembut  “Aku bahagia, aku sungguh bahagia!” “Bagaimana engkau bisa bahagia di tempat seperti ini…? tak ada yang memperhatikanmu…, tak ada yang mengagumimu…?”“Aku bahagia karena aku memiliki keindahan,keharuman, aku dapat tumbuh, dan berbunga”
“Memang aku memiliki duri yang membuat siapapun yang mendekatiku bisa terluka”
“Tetapi aku tahu dan aku dapat menerimanya, karena ini memang bagian dari diriku…yang jelas aku tak mau melukai siapapun”“Ini adalah diriku,… aku lebih suka tumbuh dan berbunga, memberi keharumanku daripada memikirkan duri-duriku…”“Bunga mawar tumbuh di tengah  padang ilalang dan bahagia dengan keadaannya”Begitu juga denganku, aku ingin bahagia dengan apa yang kumiliki.