Puisi Taufik Ismail

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
yang tegak di puncak bukit
Jadilah belukar, tetapi belukar yang baik,
yang tumbuh di tepi danau

Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang
memperkuat tanggul pinggiran jalan

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak yang
Membawa orang ke mata air

Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya…
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi
rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu…
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri

Moh. Mahfud MD

Profil singkat :

Nama Moh. Mahfud MD
Alamat Jl. Medan Merdeka Barat No.6 Jakarta Pusat
Tempat/Tanggal Lahir Sampang, Madura / 13 Mei 1957
Agama Islam
Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi RI
Pendidikan 1. Madrasah Ibtida’iyah di Pondok Pesantren al Mardhiyyah, Waru, Pamekasan, Madura.
2. SD Negeri Waru Pamekasan, Madura.
3. Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN), SLTP.
4 Tahun, Pamekasan Madura 4. Pendidikan Hakim Islam Negeri (PHIN), SLTA 3 Tahun,
Yogyakarta.
5. S1 Fakultas Hukum, Jurusan Hukum Tata Negara, Universitas Islam Indonesia (UII),
Yogyakarta.
6. S1 Fakultas Sastra dan Kebudayaan (Sasdaya) Jurusan Sastra Arab, Universitas
Gajah Mada, Yogyakarta.
7. Program Pasca Sarjana S2, Ilmu Politik, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
8. Program Doktoral S3, Ilmu Hukum Tata Negara, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Karir H Moh Mahfud MD lebih dikenal sebagai staf pengajar dan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sejak tahun 1984. Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi Prof Mahfud MD pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (2000-2001), Menteri Kehakiman dan HAM (2001), Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) (2002-2005), Rektor Universitas Islam Kadiri (2003-2006), Anggota DPR-RI, duduk Komisi III (2004-2006), Anggota DPR-RI, duduk Komisi I (2006-2007), Anggota DPR-RI, duduk di Komisi III (2007-2008), Wakil Ketua Badan Legislatif DPR-RI (2007-2008), Anggota Tim Konsultan Ahli Pada Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Depkum-HAM Republik Indonesia. Selain itu, beliau juga masih aktif mengajar di Universitas Islam Indonesia (UII), UGM, UNS, UI, Unsoed, dan lebih dari 10 Universitas lainnya pada program Pasca Sarjana S2 & S3. Mata kuliah yang diajarkan adalah Politik Hukum, Hukum Tata Negara, Negara Hukum dan Demokrasi serta pembimbing penulisan tesis dan desertasi.
Organisasi Mahkamah Konstitusi RI

Buku yang dikarang : Continue reading

K.H Mawardy Labay El-Sulthoni (Alm)

K.H Mawardy Labay El-Sulthoni (Alm) di foto yang duduk disebelah kanan bersama K.H Hasan Basri (Alm), dilahirkan di Kuto Marapak, Bukit Tinggi 5 Maret 1936.  Beliau banyak sekali mengarang buku-buku Islam antara lain berjudul : Selamatkan diri dan bangsa dari kehancuran dengan syukur, Silaturrahmi dalam kehidupan, Zikir dan do’a menghadapi marah, Zikir dan do’a dalam kesibukan, Gerakan Pemahaman Pengamalan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT dan masih banyak lagi.

Disamping pengarang buku, beliau mendirikan Islamic Center Al-Iman sebagai pusat pengembangan agama Islam di Kompleks Puri Bojong Lestari Kabupaten Bogor.  Yang menjadi motivasi beliau untuk mendirikan lembaga pendidikan adalah karena adanya 3 persoalan bangsa yang harus dicari jalan keluarnya yaitu : Continue reading

Hati

 Renungan di bulan suci Ramadhan

HATI
KH. Anwar Sanusi *
Hati adalah sebuah kata yang hanya terdiri dari empat huruf. Namun apabila kita menyebutnya, akan menimbulkan kekaguman yang luar biasa. Hati adalah khalifah Allah dalam diri manusia. Hati selalu benar, hati tidak pernah berbohong, hati tidak mengenal kalimat-kalimat dusta, hati akan selalu memancarkan cahaya keindahan. Namun pada saat nafsu-nafsu syaitaniyah merajalela, hati kita akan terkontaminasi oleh hal-hal yang tidak baik. Cahaya hati yang sering kali disebut dengan kata-kata NURANI tidak akan terpancar dari orang-orang yang hatinya kelabu. Pancaran nurani hanya akan lahir dari orang-orang yang menumbuhkan sifat-sifat Allah dalam dirinya. Continue reading

Kisah Lukmanul Hakim

Pada suatu hari, Lukmanul Hakim mengajak anaknya berjalan ke pasar. Beliau mengendarai seekor keledai sementara anaknya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Ketika melewati suatu tempat, ia mendengar pembicaraan orang: “Lihat orang tua itu, benar-benar tidak memiliki rasa kasih sayang, anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia bersenang-senang menunggang keledai.”“Wahai anakku, dengarkah engkau apa yang mereka katakan ?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. “Dengar ayah,” jawab anaknya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. “Sekarang engkau naiklah ke atas keledai ini, biar ayah yang menuntunnya,” katanya sambil mengangkat anaknya ke atas keledai, lalu mereka meneruskan perjalanan. Continue reading

Kisah Cinta BJ. Habibie dan Ainun Habibie

Penulis: B.J. Habibie
Penerbit: The Habibie Centre, Jakarta, November 2010
Halaman: xi + 319 halaman
Penulisan buku ini merupakan kisah perjalanan Habibie dengan Ainun semenjak masih muda dan sampai akhirnya Ainun wafat di Jerman.
The big you and the small I… begitulah selalu, kalimat yang kerap terlontar dari Almarhumah Ainun Habibie. Rangkai kata inilah yang kemudian terwujud selama 48 tahun plus 10 hari bersama suami tercinta: Prof. DR. Ing. B.J. Habibie. Dalam buku ini, termaktub pijaran kisah, tentang Ainun Habibie, yang rela berposisi sebagai the small I, untuk menopang kebesaran orang yang ia cintai (the big You, B.J. Habibie).
Rangkaian pertanyaan yang dijawab tuntas buku ini, tak lain adalah siapa sesungguhnya Ainun, dan mengapa Habibie mengaku mengalami gejala psikomatik, sehingga harus menuliskan kisah-kisah pedih paska kepulangan Ainun? Di halaman pengantar buku ini, Habibie menulis: Continue reading