Fraud

 

akar pohon

Dulu…saya pernah menulis di http://larose.staff.ub.ac.id/2013/07/12/seperti-air-mengalir/ sekarang saya ingin menindak lanjuti dengan tulisan ini ….semoga bermanfaat dan selamat membaca…

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Definisi dari Fraud menurut Black’s Law Dictionary Fraud  adalah segala macam yang dapat dipikirkan manusia, dan yang diupayakan oleh seseorang, untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain (instansi) dengan saran yang salah atau pemaksaan kebenaran, dan mencakup semua cara yang tidak terduga, penuh siasat. licik, tersembunyi, dan setiap cara yang tidak jujur yang menyebabkan orang lain (instansi) tertipu. Secara singkat dapat dikatakan bahwa fraud adalah perbuatan curang (cheating) yang berkaitan dengan sejumlah uang atau properti.

Pada umumnya pelaku Fraud meyakini atau merasa bahwa tindakannya bukan merupakan suatu kecurangan tetapi adalah sesuatu yang merupakan HAK-nya bahkan kadang pelaku merasa telah BERJASA karena telah berbuat banyak untuk instansi. Dan beberapa kasus lainnya pelaku tergoda untuk melakukannya karena rekan kerjanya (instansi lainnya) melakukan dan tidak menerima sanksi atas tindakan fraud tersebut.

Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih

Alangkah sayangnya institusi ini yang sudah memiliki pondasi yang kokoh dan kuat jika diporakporandakan oleh segelintir orang yang tidak bertanggungjawab dengan cara mengadu domba dan berpura-pura memihak sekelompok orang-orang yang lemah dengan dalih membantu meningkatkan pendapatan (materi) dan memusuhi pihak lain padahal tujuannya mencari keuntungan dirinya dan kelompoknya.

Wallahu a’lam bish-shawabi

Majulah terus Indonesiaku…

Memasak

Sebagai seorang ibu, memasak adalah sebuah rutinitas yang tidak terlewatkan setiap harinya. Terkadang prakteknya begitu mudah… terkadang sangat sulit…

Menentukan jenis masakan yang dapat membangkitkan “selera” serta suasana hati yang membuat sekeluarga merasakan “enaknya” masakan itu yang paling penting .

Begitu sedihnya jika kita sudah susah-susah memasak… customer-nya “adem ayem”.

Mungkin perlu banyak referensi untuk menu masakan, variasi masakan  dan tampilan yang menarik sehingga dapat mengundang selera untuk makan.

Belajar dan terus belajar … selalu bersemangat memasak yang lezat untuk keluarga…

Ibu

ibuSekedar sharing tentang  seorang “ibu” dibalik sudut pandang seorang wanita yang sedang ber-proses menjadi seorang ibu yang baik. Seorang ibu adalah wanita yang mulia… dengan rasa-nya dan kelemahlembutannya berusaha bisa me-manage keluarganya sedemikian rupa sehingga dapat tercapai keluarga yang harmonis dan berbahagia.

Menjadi seorang ibu itu nikmat sekali, karena banyak jalan /cara untuk “mendekatkan” jalinan antara anggota keluarga yang dapat ditempuh. Tidak hanya berkomunikasi secara verbal tapi juga dapat non verbal. Sebagai contoh berkomunikasi lewat masakan yang kita hidangkan setiap hari.

Dengan membuat masakan setiap hari, jalinan komunikasi dapat terjalin apalagi jika diberi bumbu “kasih sayang” maka semakin lengkaplah nikmatnya menjadi seorang ibu.

Menjadi seorang ibu itu memang luar biasa… selalu belajar menjadi ibu yang baik bagi keluarga.

Memasak mendol

mendol

Mungkin semua tahu, lauk pauk dari Jawa yang bernama “mendol”. Lauk ini kesukaan kami sekeluarga… karena bahan dasarnya dari tempe dan diberi bumbu empon-empon yang khas yaitu kencur, daun jeruk purut dan laos selain bumbu utamanya adalah bawang putih dan bawang merah (kalau ingin cantik  dan gurih ditambah lombok besar dan ketumbar sangrai)

Anak saya paling “sensitif” merasakan masakan “mendol” ini… jika rasa empon-emponnya tidak pas dia akan protes… “mama… mendolnya kok nggak seperti biasanya… rasanya kurang pas… ” (biasanya saya jawab… rumusnya masih kayak kemarin sayang… hehehe D:)

Kesukaan anak-anakku… mendol digoreng “garing dan renyah” lalu kalau makan “di-remet-remet/dihancurkan pakai tangan” di atas nasi mengepul… pokoknya maknyus… sedap dan enak.

Hanya dengan lauk mendol… semua dapat sarapan dengan lahap di pagi hari ini… duh bahagianya…

Alhamdulillah…

Wanita

wanitaSetahun yang lalu saya menulis tentang wanita… di blog ini . Pada saat itu saya terinspirasi melihat gambar wanita dan sarung tinjunya di jalan waktu pergi  berangkat bekerja.

Sekarang sekedar sharing tentang ceramah Subuh yang saya dengarkan di televisi oleh Alm. KH. Mawardy Labay … (pada saat ibu saya masih ada). Didalam ceramahnya beliau menjelasakan tentang perbedaan seorang pria dan wanita dalam sudut pandang pemikirannya. Jika  seorang pria melihat 100 kebaikan dan  1 keburukan maka yang dilihat adalah 100 kebaikannya,  dan kebalikan dari seorang wanita… yang dominan mempergunakan perasaan  maka  yang dilihat 1 keburukannya.

Belajar dari itu, saya pribadi selalu berpikir berkali-kali dan selalu berusaha memposisikan diri saya sebagai orang lain jika ingin memahami seseorang.

Pada umumnya… wanita memiliki 99% perasaan dan 1% akal (pikiran) … pria memiliki 1% perasaan dan 99% akal (pikiran). Itu sebabnya wanita mudah menangis… mudah marah… mudah bingung… sehingga kelihatan lemah. Dibalik kelemahannya… wanita sangat kuat menahan sakit sebagai seorang ibu disaat melahirkan anak-anaknya (D:)

Duhai pria… jangan sakiti seorang wanita, walaupun kau memiliki akal/pikiran yang lebih tinggi… jangan permainkan hatinya…

Duhai wanita… jangan kau pergunakan “lemah lembut-mu” untuk memperdayai pria…

Selamat Hari Wanita Sedunia …08 Maret 2014…

Ibu

mother dayTerinspirasi adanya hari Ibu yang selalu diperingati tgl. 22 Desember di Indonesia… kenapa selalu “ibu” yang diperingati hari jadinya… bukan “ayah”. Padahal didalam kehidupan rumahtangga ayah dan ibu memiliki peran yang sama besarnya didalam menciptakan kebahagiaan keluarga.

Ibu-ibu yang aku kenal adalah wanita yang memiliki jiwa yang lembut, penuh kasih sayang, mengayomi, memiliki ikatan batin yang kuat dengan anak-anaknya… tidak banyak bicara tapi penuh perhatian… dan suka memberikan “ruang” kepada anak-anaknya dengan memberikan “kebebasan” yang bersyarat (kepercayaan penuh).

Sedangkan ibu-ibu yang aku lihat di sinetron adalah wanita yang “super cerewet”, bawel, arogan, sombong, suka “berbelanja” menghabiskan uang suaminya, suka “ngrumpi” dengan tetangga, bangga dengan materi yang berlimpah ruah, merasa benar sendiri, pokoknya yang jelek-jelek… sampai-sampai anaknya sendiri “malas” bertemu/dekat dengannya… Apalagi suaminya… (D:)

Seorang ibu juga seorang wanita, seperti saya… sangat senang sekali jika mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari lingkungan dan keluarganya (anak-anak dan suaminya).

Yang menjadi pertanyaan… wanita-wanita yang bagaimana yang dapat mewakili identitas sebagai seorang “ibu” ?. Karena seorang ibu adalah panutan bagi keluarga dan putra-putrinya. Dialah peran utama dalam keluarga, sumber kebahagiaan dan kasih sayang dalam keluarga.

Saya mengamati beberapa ibu-ibu yang berada disekeliling saya… Alhamdulillah… banyak sekali “suriteladan” yang dapat dijadikan sampel… dan saya dapat mengambil kesimpulan bahwa “ibu yang berbahagia” dan penuh rasa “cinta” didalam dadanya serta “hangat” batinnya adalah seorang wanita yang selalu berbahagia dalam hidupnya… banyak mendapatkan dukungan dari keluarga… termasuk suami yang mencintai dan menerima dirinya apa adanya… serta anak-anak yang selalu membutuhkannya…

Semangat…belajar menjadi ibu yang baik bagi keluarga…

Terimakasih cinta…

rose24Didalam kehidupan ini kita memerlukan cinta, cinta kepada Allah SWT, cinta kepada Rasul Allah, cinta kepada orangtua, cinta kepada suami/istri, cinta kepada anak, cinta kepada saudara, cinta kepada teman, cinta kepada sahabat, cinta kepada tetangga dll.

Dengan adanya “cinta” semua yang terasa sulit akan semakin mudah… karena didalam berinteraksi kita menggunakan hati… karena terkadang untuk memahami seseorang kita tidak hanya mendengarkan kata-katanya… tapi kita juga melihat “body language-nya”. Akhirnya kita dapat menyampaikan kata-kata yang baik dan InsyaAllah dapat lebih bermanfaat.

Walaupun mata kita melihat, tapi hati ini tidak dapat berbohong… dengan hati kita dapat menilai seseorang… itupun belum cukup karena butuh analisa-analisa yang lain.

Tapi… dalam berinteraksi dengan orang lain… perlu niat yang suci… hati yang seluas samudra dan bertujuan untuk menggapai Ridho Illahi…

Belajar dari petani

petaniSeorang petani adalah pekerja yang mulia, dia teramat sangat menikmati “proses”. Kesabarannya… keikhlasannya… ketekunan dan kerja kerasnya patut dicontoh.

Sebutir padi bisa menjadi ribuan padi, dimulai dari keuletan petani.                               Prosesnya panjang… mula-mula mempersiapkan tanah yang subur dengan cara membajak … setelah itu tanah yang subur diberi pupuk serta men-diamkan tanah tersebut untuk beberapa saat.

Setelah dirasa cukup bagus tanahnya , baru menanam benih yang unggul, setelah  tumbuh tunas-tunas cikal bakalnya maka dengan bantuan kaum wanita, tunas-tunas itu di tanam dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar pertumbuhan padinya bagus.

Dengan sabar setiap hari sawahnya selalu dialiri air…

Disaat banyak rumput liar tumbuh, maka dengan telatennya dicabutnya satu persatu agar tidak mengganggu pertumbuhan padi, dan diberikannya pupuk agar padi tumbuh dengan baik.

Setiap hari berharap-harap cemas semoga padi yang dipanen hasilnya baik, tidak dimakan hama atau cuaca/hawa yang ada mendukung pertumbuhannya…

Hingga saat panen tiba, sebutir padi berbuah ribuan butir…

Semuanya membutuhkan waktu dan ketekunan…

Belajar dengan menggunakan filosofi petani… menikmati proses… tidak mendapatkan sesuatu secara “instan”.

Semangat… bersama-sama kita mencari keberkahan dan kebahagiaan yang diridhoi-NYA…

Pesta Desa

tumpenganBeberapa hari yang lalu, ada acara pesta rakyat di desa kami tinggal. Pesta ini diadakan dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun / Kelahiran Desa.

Segala kesenian ditampilkan di acara ini, dari musik, tari yang tradisional maupun modern.

Mula-mula di pagi hari, diadakan “cabutan” segala macam jenis makanan dari tumpeng, lauk pauk, buah-buahan , hasil bumi  sampai jajanan dipajang dan  tiap RT mengeluarkan makanan andalannya. Berarak-arakan seluruh tumpeng/makanan semuanya dibawa ke balai desa, seluruh warga desa sudah berkumpul disana, menunggu kepala desa membuka acara dengan sukacita. Yang biasanya pergi ke sawah atau ke pasar semua meliburkan diri bersuka ria menyambut acara ini.

Setelah bapak Kepala Desa membuka acara ini… maka seluruh warga desa bersorak gembira menyambut acara “cabutan” ini… Semuanya berbondong-bondong bergembira mendekati makanan / tumpeng dll “saling berebutan”… sangat guyub dan bisa mengundang / menjadi bahan tertawa antar warga desa…

rebutan1Dengan membawa makanan, buah-buahan dll  yang didapat dari balai desa, lalu warga desa berbondong bondong melihat acara kesenian dangdut di lapangan desa… melihat artis-artis lokal membawakan lagu dengan gegap gempita… seluruh warga desa berpesta…

Setelah acara kesenian dangdut selesai, sore harinya dilanjutkan dengan kesenian daerah “jaran kepang” dan “bantengan” . Acara ini tidak terlalu saya suka karena anak-anak takut melihatnya. Yang berkesan dari pesta ini adalah betapa besar “antusias” warga desa di dalam melakukan pesta rakyat ini… semangatnya luar biasa…

bantengan1

Kebahagiaanku

kittyKebahagiaanku adalah saat Aku hidup bersama dengan orang yang Aku cintai

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihatnya tersenyum bahagia di depanku

Kebahagiaanku adalah saat Aku mengenggam tangannya dan bersandar dipundaknya

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat orangtuaku tertawa riang

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat sahabat-sahabatku tersenyum bahagia

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat matahari terbit dan merasakan sejuknya pagi

Kebahagiaanku adalah saat Aku menyaksikan matahari terbenam dengan desir pasirnya yang menenangkan

Kebahagiaanku adalah saat Aku merasakan hembusan angin di wajahku

Kebahagiaanku adalah saat Aku bisa selalu bersyukur dengan apa yang Aku punya, dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT, dan selalu merasa cukup

Kebahagiaanku adalah saat engkau merasa bahagia, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku