Fraud

 

akar pohon

Dulu…saya pernah menulis di http://larose.staff.ub.ac.id/2013/07/12/seperti-air-mengalir/ sekarang saya ingin menindak lanjuti dengan tulisan ini ….semoga bermanfaat dan selamat membaca…

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Definisi dari Fraud menurut Black’s Law Dictionary Fraud  adalah segala macam yang dapat dipikirkan manusia, dan yang diupayakan oleh seseorang, untuk mendapatkan keuntungan dari orang lain (instansi) dengan saran yang salah atau pemaksaan kebenaran, dan mencakup semua cara yang tidak terduga, penuh siasat. licik, tersembunyi, dan setiap cara yang tidak jujur yang menyebabkan orang lain (instansi) tertipu. Secara singkat dapat dikatakan bahwa fraud adalah perbuatan curang (cheating) yang berkaitan dengan sejumlah uang atau properti.

Pada umumnya pelaku Fraud meyakini atau merasa bahwa tindakannya bukan merupakan suatu kecurangan tetapi adalah sesuatu yang merupakan HAK-nya bahkan kadang pelaku merasa telah BERJASA karena telah berbuat banyak untuk instansi. Dan beberapa kasus lainnya pelaku tergoda untuk melakukannya karena rekan kerjanya (instansi lainnya) melakukan dan tidak menerima sanksi atas tindakan fraud tersebut.

Astaghfirullahal’adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qoyyumu wa atubu ilaih

Alangkah sayangnya institusi ini yang sudah memiliki pondasi yang kokoh dan kuat jika diporakporandakan oleh segelintir orang yang tidak bertanggungjawab dengan cara mengadu domba dan berpura-pura memihak sekelompok orang-orang yang lemah dengan dalih membantu meningkatkan pendapatan (materi) dan memusuhi pihak lain padahal tujuannya mencari keuntungan dirinya dan kelompoknya.

Wallahu a’lam bish-shawabi

Majulah terus Indonesiaku…

Kebahagiaan

bunga bergerakJika kita selalu mencari-cari kebahagiaan, maka kita pasti tidak akan menemukannya. Karena hakekat kebahagiaan adalah “kebahagiaan” itu sendiri.

Dan di alam dunia ini sudah terjadi suatu hukum alam… ada sebab maka ada akibatnya… Jika A=x dan B=y maka akan terjadi hal “z”.

Jadi berbahagialah orang-orang yang pandai “bersyukur”

Dengan banyak bersyukur maka hati kita akan tenang…

Saat ini banyak sekali yang aku syukuri, dari hal-hal yang paling kecil… melihat anak-anakku sehat dan ceria… melihat perkembangannya… merasa nyaman berada di rumah…home sweet home… merasa nyaman disamping suami… diperhatikan suami… menjadi ibu rumahtangga dan mengelola keluarga dibantu suami yang selalu ringan tangan dan menyenangkan hati… berada disekeliling keluarga yang hangat…Alhamdulillah…

Semoga keluarga kecil kami selalu dapat merasakan syukur yang tidak pernah terputus. Amin ya Rabb…

Efek Domino

 

domino

Ada kalimat yang indah sekali :

Jika engkau keras pada dirimu maka kehidupan akan lunak kepadamu dan jika engkau lunak pada dirimu maka kehidupan akan keras kepadamu…

Memang didalam “efek domino” seperti gambar diatas diperlukan suatu pembatas/ garis yang “kokoh” sehingga tidak menimpa domino-domino yang lain.

Pembatas itu berisi aturan-aturan ataupun berupa system yang bisa menggunakan piranti mesin ataupun manusia.

Sudah cukuplah domino-domino yang awal jatuh berguguran… saatnya membuka lembaran baru yang penuh dengan dinamika kehidupan yang indah.

Semua indah pada waktunya… dan orang yang bersabar selalu didalam lindunganNYA.

Skala Prioritas

airhujanIni penting… itu penting… ini tidak penting… itu tidak penting… seringkali kita terbelenggu pada ungkapan ini. Di dalam otak kita seringkali ungkapan-ungkapan tersebut “berseliweran” silih berganti.

Penting dan tidak penting setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda, menurut orang lain penting… tapi bagi kita itu tidak penting.

Menurut pengamatan saya, ada seseorang yang teknik analisanya terlalu “berputar-putar” sehingga kurang mengena pada sasaran.

Jika kita ingin membuat sebuah bangunan…maka kita perlu membangun pondasi yang kuat, sehingga kuat menyangga bangunan yang kokoh. sebesar apa bangunannya tidak akan khawatir bangunannya hancur.

Kebanyakan orang-orang hanya berpikir saat ini, tidak memikirkan “jangka waktu yang lama”. Rasanya sedih sekali…

Maka skala prioritas perlu kita jalankan,  untuk membangun pondasi yang kuat… terencana yang realistis… dan selalu berkelanjutan.

Majulah terus Indonesiaku…

Nasi Goreng Istimewa

nasi gorengSekedar sharing tentang menu masakan nasi goreng istimewa yang disukai oleh keluarga saya….Awalnya suami saya membelikan nasi goreng teri  di depan Masjid Bedali Lawang, Anak-anak dan suami suka rasanya… akhirnya anak saya mulai membandingkan dengan rasa nasi goreng  olahan saya. Duh…sedih banget…. katanya nasi gorengnya mama “biasa” saja…. D:

Tertantang dengan komentar anak saya yang katanya nasi goreng buatan saya rasanya “biasa saja”….akhirnya saya belajar dari bapak penjual nasi goreng tersebut. Saya beli nasi goreng dan saya tunggui bapak penjual nasi goreng meracik… dan saya lihat bumbu-bumbu apa saja yang membuat nasi gorengnya menjadi istimewa…. Esok hari saya mempraktekkan apa-apa yang dilakukan oleh bapak penjual nasi goreng dengan meniadakan bumbu penyedap rasa, kecap asin yang mengandung vetsin dengan memperbanyak bawang merah dan bawang putih.

Taaraaaa…. akhirnya nasi goreng saya menjadi “istimewa” untuk keluarga saya. Dan anak-anak meminta untuk bekal makan siang di sekolah…Alhamdulillah….                     Duh senangnya…

 

Gotong Royong

rewang1Pernah “mbiodo” ? Untuk warga Malang Jawa Timur pasti tidak berkerut keningnya ketika mendengar kata “mbiodo” khususnya di daerah pedesaan / kabupaten Malang. Karena kata ini “Mbiodo” (Malang) = membantu tetangga yang punya hajat, sedangkan “Sayah”, “soyoh”(malang) = membantu tetangga membangun rumah.

Kemarin, ada saudara yang mempunyai hajat menikahkan putrinya, saya ikut “Mbiodo” membantu. Jadi tidak hanya saudara-saudara yang dekat, yang jauh di luar kota juga datang demikian juga  tetangga-tetangga dekat rumahnya.

Dengan “mbiodo” silaturrahmi terjalin. Karena yang dikerjakan adalah masak memasak maka tidak asing bagi saya mengerjakannya. Sambil bekerja, cerita-cerita, guyon-guyon… guyub rukun.

Ada tambahan ilmu, saya jadi tambah mengerti berbagai variasi masakan.

Pondasi cinta

telurTeringat tulisan saya dahulu tentang belajar mencintai diri sendiri. Memang mudah sekali menciptakan, membangun dan membuat rasa “cinta” ini. Dari hal-hal yang sangat sederhana sekali… sebagai contoh, dulu waktu anak-anak saya masih kecil dan tidak mau makan (sulit makan) maka saya membuat atraksi bak seorang koki terkenal dengan keterampilan membalik telur dadar dengan cara melempar langsung dari wajan dadarnya…D: Dan anak-anak saya bertepuk tangan  … mama hebat … dan alhasil anak-anak lahap makannya. Alhamdulillah…

Dan sekarang saya mendapatkan tambahan ilmu dari ibu (alm) merajang brambang dan bawang dengan cepat menggunakan pisau bagian belakang…D:

Semangat untuk selalu belajar dan terus belajar… agar dapat menciptakan pondasi “cinta” yang kuat.

 

Belajar Memasak

cookingKalau ibu-ibu lainnya memasak itu adalah suatu kewajiban tapi bagi saya memasak adalah suatu kegiatan yang membuat saya merasa nyaman /refreshing.

Tapi… saya bukan seorang koki yang mahir merasakan masakan… karena seorang koki sangat lihai sekali… merasakan masakan, sampai-sampai bisa menebak bumbu-bumbu apa saja yang ada didalam masakannya, sampai jumlah takarannya (kurang atau lebih).

Bagi saya enak atau tidaknya masakan saya adalah testernya melalui anak-anak saya (D:). Jika anak-anak saya “menjerit” merasakan masakan saya… berarti ada sesuatu yang tidak beres pada lidah saya. (D:)

Biasanya saya paling tidak bisa memberikan rasa “gurih” pada masakan, kayaknya harus memiliki rumus yang baku… karena terkadang sudah diberi brambang goreng atau bawang goreng kok masakannya rasanya kok masih “cemplang”(D:)

Kalau sudah putus asa masalah “rasa” ini… maka selalu saya putuskan rasanya “sedang-sedang” jadi asin tidak asin dan manis juga tidak manis (mondho-mondho), tapi tetap bumbu dasarnya masih terasa.

Semangat  belajar… agar dapat memasak yang lezat tidak hanya untuk keluarga tapi untuk semua orang…

Blog sebagai sarana berkomunikasi

pena

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia membutuhkan komunikasi. Dengan berkomunikasi kita dapat menyampaikan suatu ide/gagasan untuk kemajuan institusi. Salah satu media/sarana adalah melalui tulisan yang kita tulis di Blog.

Dengan menulis, kita dapat menyampaikan  informasi. Jika menulis di Blog tulisan kita terekam, dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan maka dengan cepat mendapatkannya.

Setiap peristiwa yang terjadi adalah suatu pembelajaran, dan pasti bukan suatu kebetulan. Harapan kita, dengan adanya kejadian-kejadian dimasa lalu ada hikmahnya sehingga dapat merancang langkah-langkah kita yang lebih baik di masa depan.

Untuk itu saya  mengajak kepada staf kependidikan di lingkungan Universitas Brawijaya untuk aktif menulis di blog staff .

Tulislah apa yang ada… sejujurnya… sebisanya… seikhlasnya…

Siapa tahu… blog kita mendapatkan hadiah… (D:)

Ayo rekan-rekan semuanya khususnya tenaga kependidikan mulai sekarang berlomba-lomba menulis di Blog… Selalu bersemangat membuat suatu perubahan.

 

******

Syukur Alhamdulillah… mendapatkan hadiah 1 unit tablet android Lenovo. Terimakasih UB… atas hadiah-hadiahnya… Semoga berkah… (Amin).

 

Ayah… jangan biarkan Ibu menangis…

menangis1Di dalam sebuah keluarga ayah adalah seorang “manager” sedangkan ibu berfungsi sebagai “peran utama”nya.

Seorang ibu dengan segala kasih sayang dan perhatiannya berusaha “me-manage” agar tercipta suasana keluarga yang berbahagia di dunia dan di akhirat… baiti jannati…

Dengan “kepekaannya” seorang ibu tahu sifat / karakter anak-anaknya, karena beliau dengan “rasa”nya dapat menilai sedetil-detilnya sifat/karakter anak dan suaminya.

Kalau seorang ibu belum dapat merubah suatu kondisi tertentu yang “urgent” bukan berarti beliau tidak bertanggung jawab atau tidak melakukan tugas-tugasnya tapi karena lebih memikirkan “sesuatu” (seperti yang pernah ayah jelaskan tentang “Chaos Theory”).

Jadi ibu mohon… sebagai seorang manager… ayah tidak hanya berfungsi sebagai seorang “controlling” tapi ibu minta ayah “terjun langsung”  dan berdiskusi secara baik-baik… “do the best”

Boleh saja ayah mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh anak-anak kita… tetapi mereka masih anak-anak… yang pola berpikirnya berbeda dengan kita…

Berjanjilah pada ibu… ayah akan selalu mempercayai ibu…

Ibu memohon sekali lagi… jangan biarkan ibu menangis…

 

***********

Keluarga adalah salah satu contoh terkecil dari suatu organisasi… tulisan ini aku tulis untuk memperingati Dies Natalis UB yang ke 51

Medio, 5 Januari 2014