Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

daun1

 

Judul: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 264 halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: IX, Maret 2013

Mengutip kata-kata inspiratif yang menurut saya bagus sekali :

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, meng-ikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

Subhanallah…

Engkaulah yang Paling Kusayang, Tak Ada yang Lain

Judul : Engkaulah yang Paling Kusayang, Tak Ada  yang Lain                               Pengarang : Haji Lalu Ibrohim M.T                                                                                 Penerbit : Pustaka Pesantren

“Akan tetapi, tiada cinta yang tanpa bahaya. Tiada cinta yang tak disertai kekacauan jiwa, ketakutan, dan kecemasan. Ketika cinta merasa terancam, ia pun menjadi semakin keras dan kukuh!”
(Anis Mansur, pemikir Mesir dalam kitab Alwân min al-Hubb) Continue reading

Perempuan

Buku ini mengungkap tentang Fiqih Perempuan, Pernikahan, Hubungan Suami Istri, Pemeliharaan dan Pendidikan Anak, Perawatan Diri, Gaya Hidup serta Perempuan Bekerja. Berikut surat dari M Quraish Shihab untuk Pembaca buku ini:

Saudariku, Putriku….
Kita semua mendambakan kecantikan. Tuhan pun indah dan menyukai keindahan…Tapi…,ada pesan-Nya: Sertakan bersama kecantikan, tiga hal: kesederhanaan, kesucian dan kehormatan.

Apa yang Anda baca di sini adalah bagian dari ketiga hal itu… Saya berusaha menghidangkan yang “termudah” dari aneka hidangan yang tersedia… Mohon jangan dikurangi dan ditawar lagi….

Hati Memilih

Judul Buku : Hati Memilih (sebuah cerita tentang rasa)                                                   

Penulis: Riawani Elyta
Ukuran: 13 x 19 cm : vi + 258 hlm
Penerbit: Bukuné
ISBN: 602-220-009-1

“Cinta, apapun bentuknya, dan seperti apa wujud jalinannya tak pernah memaksakan  kehendaknya.  Seperti air yang mengalir, maka ia akan menuju muaranya.  Dan muara itu adalah keikhlasan.  Jadi, jika ada dua orang yang mencintai, tapi merasa terpaksa, berarti itu bukan cinta , tetapi emosi, bahkan nafsu. Rasakan saja apa yang ada di hatimu.”
(Hal: 200)

“Cinta bisa mengakar dari tunas yang mana saja dan kita tak pernah tahu kemana ia akan menjalar.”

“Open your heart to unexpected love”. So, just let this story flows into your soul.

Belajar untuk berubah

“…Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu sendiri mau mengubah nasib mereka sendiri…”
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Perubahan bukan  proses kompetitif dengan orang lain, perubahan adalah proses berdamai dengan diri sendiri dan memberi kesempatan agar diri mencapai tujuan, karena setiap tujuan hidup seseorang itu berbeda maka seseorang harus jujur dengan dirinya sendiri.

Berubah itu sulit sekali, apalagi kalau yang akan kita rubah adalah sesuatu yang bagi kita membuat kita merasa enjoy…tenang…tentram…Kecuali kalau Continue reading

Kisah Cinta BJ. Habibie dan Ainun Habibie

Penulis: B.J. Habibie
Penerbit: The Habibie Centre, Jakarta, November 2010
Halaman: xi + 319 halaman
Penulisan buku ini merupakan kisah perjalanan Habibie dengan Ainun semenjak masih muda dan sampai akhirnya Ainun wafat di Jerman.
The big you and the small I… begitulah selalu, kalimat yang kerap terlontar dari Almarhumah Ainun Habibie. Rangkai kata inilah yang kemudian terwujud selama 48 tahun plus 10 hari bersama suami tercinta: Prof. DR. Ing. B.J. Habibie. Dalam buku ini, termaktub pijaran kisah, tentang Ainun Habibie, yang rela berposisi sebagai the small I, untuk menopang kebesaran orang yang ia cintai (the big You, B.J. Habibie).
Rangkaian pertanyaan yang dijawab tuntas buku ini, tak lain adalah siapa sesungguhnya Ainun, dan mengapa Habibie mengaku mengalami gejala psikomatik, sehingga harus menuliskan kisah-kisah pedih paska kepulangan Ainun? Di halaman pengantar buku ini, Habibie menulis: Continue reading