Tumbuh dan berkembang

tumbuh

Di  dalam kehidupan ini setiap manusia memiliki fase-fase tersendiri didalam memaknai setiap langkah-langkah hidupnya. Ada yang harus melewati jalan yang terjal dahulu setelah itu oleh Allah SWT diberikan karunia merasakan nikmatnya jalan yang lapang. Dan ada pula awalnya diberikan kenikmatan jalan yang lapang… lalu dicabut kenikmatannya oleh Allah SWT dengan diberikan jalan yang terjal… semuanya Allah SWT yang Maha Pengatur (sang dalang) dan kita sebagai hambanya hanya menjalani (wayang). Untuk itu sangat picik sekali kalau kita masih merasakan ” iri ” karena kita tidak tahu kalau dibalik kebahagiaan / kesedihan seseorang  itu terlebih dahulu sudah ada suatu proses yang “luar biasa” yang telah ada jalannya sendiri-sendiri dan diatur olehNYA termasuk proses tumbuh dan berkembang yang akhirnya nanti menjadi layu dan mati.

Demikian juga didalam suatu hubungan … interaksi dengan siapapun… kalau kita tidak bisa “seirama” maka tidak akan dapat tercipta suatu “harmoni” yang indah. Seyogyanya kita tidak bisa menyalahkan salah satu pihak, tapi yang terpenting adalah merubah diri sendiri, dengan kita berubah… menyatukan suatu persepsi yang sama walaupun kadangkala apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan tapi ada nilai “point” tersendiri karena kita telah melakukan suatu perubahan.

Dan juga kita tidak dapat melakukan suatu “paksaan”, karena kemampuan setiap orang itu berbeda-beda… dibalik kelebihannya pasti ada kekurangannya. Demikian juga dengan diri kita.

Mari kita ciptakan suasana yang penuh cinta… dalam keluarga kita, tempat kerja, ataupun di lingkungan rumah sehingga tercipta suatu hubungan yang baik. Jadi meskipun proses tumbuh dan berkembang selalu berjalan dalam kehidupan ini, tapi tidak ada pihak yang merasa tersakiti ataupun terabaikan karena kita tetap bagian dari mereka sampai kapanpun yang selalu ada dihati. Semangat…

Leave a Reply