Doel Arnowo

doel-arnowo

Nama : Doel Arnowo (nama asli Abdoel Adhiem)

Lahir : 30 Oktober 1904

Wafat : 18 Januari 1985

Jasa terhadap negeri ini :

Beliau berjuang untuk negeri tercinta ini tanpa pamrih dengan mengorbankan harta dan nyawanya dan juga pernah menjadi Rektor Universitas Brawijaya yang pertama pada tahun 1963 – 1966

Kata-kata Inspiratif :

Lembaga-lembaga pendidikan yang hendak didirikan Pembangunan  Nasionalisme Indonesia nanti, mudah-mudahan dapat menggantikan peranan “pengobar semangat“. Dalam menanggapi anak muda dewasa ini, kita juga sering keliru. Dengarkan apa yang mereka katakan, beri mereka kesempatan bicara, karena dia adalah orang-orang “masa datang

Tindakan yang romantis :

Pada saat proses untuk “me-negerikan” Universitas Brawijaya beliau melakukan cara dengan membawa grup ludruk untuk main di Istana Negara dan disaksikan para pejabat tinggi negara termasuk presiden Soekarno. Sebelum rombongan ludruk tampil, beliau mengintruksikan menyisipkan pesan sehingga terlontar dialog sebagai berikut :
A : Jare anakmu kuliah nduk Malang ( Katanya anakmu kuliah di Malang)
B : Iya nduk nggone UNBRA (Ya di UNBRA)
A : Lha kenek opo kok nggak mari-mari (Kenapa nggak selesai juga)
B: Lha wong gak ndang di negrekno (Habis nggak cepat dinegerikan)
A : Lha kenek opo kok gak ndang di negrekno (Kenapa nggak cepat dinegerikan)
B : Gak kober be’e (Nggak sempat kali)
Berkat perjuangan beliau akhirnya keluarlah SK Menteri PTIP No. 1 tahun 1963 pada tanggal 5 Januari 1963.

Terimakasih bapak… Merdeka…

Sumber : https://www.kompasiana.com/andarkaneka/doel-arnowo-sosok-nasionalis-rektor-pertama-univesitas-brawijaya_552811ff6ea83498278b45af