Belajar Memasak

cookingKalau ibu-ibu lainnya memasak itu adalah suatu kewajiban tapi bagi saya memasak adalah suatu kegiatan yang membuat saya merasa nyaman /refreshing.

Tapi… saya bukan seorang koki yang mahir merasakan masakan… karena seorang koki sangat lihai sekali… merasakan masakan, sampai-sampai bisa menebak bumbu-bumbu apa saja yang ada didalam masakannya, sampai jumlah takarannya (kurang atau lebih).

Bagi saya enak atau tidaknya masakan saya adalah testernya melalui anak-anak saya (D:). Jika anak-anak saya “menjerit” merasakan masakan saya… berarti ada sesuatu yang tidak beres pada lidah saya. (D:)

Biasanya saya paling tidak bisa memberikan rasa “gurih” pada masakan, kayaknya harus memiliki rumus yang baku… karena terkadang sudah diberi brambang goreng atau bawang goreng kok masakannya rasanya kok masih “cemplang”(D:)

Kalau sudah putus asa masalah “rasa” ini… maka selalu saya putuskan rasanya “sedang-sedang” jadi asin tidak asin dan manis juga tidak manis (mondho-mondho), tapi tetap bumbu dasarnya masih terasa.

Semangat  belajar… agar dapat memasak yang lezat tidak hanya untuk keluarga tapi untuk semua orang…

Blog sebagai sarana berkomunikasi

pena

Sebagai makhluk sosial, setiap manusia membutuhkan komunikasi. Dengan berkomunikasi kita dapat menyampaikan suatu ide/gagasan untuk kemajuan institusi. Salah satu media/sarana adalah melalui tulisan yang kita tulis di Blog.

Dengan menulis, kita dapat menyampaikan  informasi. Jika menulis di Blog tulisan kita terekam, dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan maka dengan cepat mendapatkannya.

Setiap peristiwa yang terjadi adalah suatu pembelajaran, dan pasti bukan suatu kebetulan. Harapan kita, dengan adanya kejadian-kejadian dimasa lalu ada hikmahnya sehingga dapat merancang langkah-langkah kita yang lebih baik di masa depan.

Untuk itu saya  mengajak kepada staf kependidikan di lingkungan Universitas Brawijaya untuk aktif menulis di blog staff .

Tulislah apa yang ada… sejujurnya… sebisanya… seikhlasnya…

Siapa tahu… blog kita mendapatkan hadiah… (D:)

Ayo rekan-rekan semuanya khususnya tenaga kependidikan mulai sekarang berlomba-lomba menulis di Blog… Selalu bersemangat membuat suatu perubahan.

 

******

Syukur Alhamdulillah… mendapatkan hadiah 1 unit tablet android Lenovo. Terimakasih UB… atas hadiah-hadiahnya… Semoga berkah… (Amin).

 

Ayah… jangan biarkan Ibu menangis…

menangis1Di dalam sebuah keluarga ayah adalah seorang “manager” sedangkan ibu berfungsi sebagai “peran utama”nya.

Seorang ibu dengan segala kasih sayang dan perhatiannya berusaha “me-manage” agar tercipta suasana keluarga yang berbahagia di dunia dan di akhirat… baiti jannati…

Dengan “kepekaannya” seorang ibu tahu sifat / karakter anak-anaknya, karena beliau dengan “rasa”nya dapat menilai sedetil-detilnya sifat/karakter anak dan suaminya.

Kalau seorang ibu belum dapat merubah suatu kondisi tertentu yang “urgent” bukan berarti beliau tidak bertanggung jawab atau tidak melakukan tugas-tugasnya tapi karena lebih memikirkan “sesuatu” (seperti yang pernah ayah jelaskan tentang “Chaos Theory”).

Jadi ibu mohon… sebagai seorang manager… ayah tidak hanya berfungsi sebagai seorang “controlling” tapi ibu minta ayah “terjun langsung”  dan berdiskusi secara baik-baik… “do the best”

Boleh saja ayah mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh anak-anak kita… tetapi mereka masih anak-anak… yang pola berpikirnya berbeda dengan kita…

Berjanjilah pada ibu… ayah akan selalu mempercayai ibu…

Ibu memohon sekali lagi… jangan biarkan ibu menangis…

 

***********

Keluarga adalah salah satu contoh terkecil dari suatu organisasi… tulisan ini aku tulis untuk memperingati Dies Natalis UB yang ke 51

Medio, 5 Januari 2014