Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

daun1

 

Judul: Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Pengarang: Tere Liye
Tebal: 264 halaman
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: IX, Maret 2013

Mengutip kata-kata inspiratif yang menurut saya bagus sekali :

“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan, meng-ikhlaskan semuanya. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.”

Subhanallah…

Terimakasih cinta…

rose24Didalam kehidupan ini kita memerlukan cinta, cinta kepada Allah SWT, cinta kepada Rasul Allah, cinta kepada orangtua, cinta kepada suami/istri, cinta kepada anak, cinta kepada saudara, cinta kepada teman, cinta kepada sahabat, cinta kepada tetangga dll.

Dengan adanya “cinta” semua yang terasa sulit akan semakin mudah… karena didalam berinteraksi kita menggunakan hati… karena terkadang untuk memahami seseorang kita tidak hanya mendengarkan kata-katanya… tapi kita juga melihat “body language-nya”. Akhirnya kita dapat menyampaikan kata-kata yang baik dan InsyaAllah dapat lebih bermanfaat.

Walaupun mata kita melihat, tapi hati ini tidak dapat berbohong… dengan hati kita dapat menilai seseorang… itupun belum cukup karena butuh analisa-analisa yang lain.

Tapi… dalam berinteraksi dengan orang lain… perlu niat yang suci… hati yang seluas samudra dan bertujuan untuk menggapai Ridho Illahi…

Belajar dari petani

petaniSeorang petani adalah pekerja yang mulia, dia teramat sangat menikmati “proses”. Kesabarannya… keikhlasannya… ketekunan dan kerja kerasnya patut dicontoh.

Sebutir padi bisa menjadi ribuan padi, dimulai dari keuletan petani.                               Prosesnya panjang… mula-mula mempersiapkan tanah yang subur dengan cara membajak … setelah itu tanah yang subur diberi pupuk serta men-diamkan tanah tersebut untuk beberapa saat.

Setelah dirasa cukup bagus tanahnya , baru menanam benih yang unggul, setelah  tumbuh tunas-tunas cikal bakalnya maka dengan bantuan kaum wanita, tunas-tunas itu di tanam dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar pertumbuhan padinya bagus.

Dengan sabar setiap hari sawahnya selalu dialiri air…

Disaat banyak rumput liar tumbuh, maka dengan telatennya dicabutnya satu persatu agar tidak mengganggu pertumbuhan padi, dan diberikannya pupuk agar padi tumbuh dengan baik.

Setiap hari berharap-harap cemas semoga padi yang dipanen hasilnya baik, tidak dimakan hama atau cuaca/hawa yang ada mendukung pertumbuhannya…

Hingga saat panen tiba, sebutir padi berbuah ribuan butir…

Semuanya membutuhkan waktu dan ketekunan…

Belajar dengan menggunakan filosofi petani… menikmati proses… tidak mendapatkan sesuatu secara “instan”.

Semangat… bersama-sama kita mencari keberkahan dan kebahagiaan yang diridhoi-NYA…

Pesta Desa

tumpenganBeberapa hari yang lalu, ada acara pesta rakyat di desa kami tinggal. Pesta ini diadakan dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun / Kelahiran Desa.

Segala kesenian ditampilkan di acara ini, dari musik, tari yang tradisional maupun modern.

Mula-mula di pagi hari, diadakan “cabutan” segala macam jenis makanan dari tumpeng, lauk pauk, buah-buahan , hasil bumi  sampai jajanan dipajang dan  tiap RT mengeluarkan makanan andalannya. Berarak-arakan seluruh tumpeng/makanan semuanya dibawa ke balai desa, seluruh warga desa sudah berkumpul disana, menunggu kepala desa membuka acara dengan sukacita. Yang biasanya pergi ke sawah atau ke pasar semua meliburkan diri bersuka ria menyambut acara ini.

Setelah bapak Kepala Desa membuka acara ini… maka seluruh warga desa bersorak gembira menyambut acara “cabutan” ini… Semuanya berbondong-bondong bergembira mendekati makanan / tumpeng dll “saling berebutan”… sangat guyub dan bisa mengundang / menjadi bahan tertawa antar warga desa…

rebutan1Dengan membawa makanan, buah-buahan dll  yang didapat dari balai desa, lalu warga desa berbondong bondong melihat acara kesenian dangdut di lapangan desa… melihat artis-artis lokal membawakan lagu dengan gegap gempita… seluruh warga desa berpesta…

Setelah acara kesenian dangdut selesai, sore harinya dilanjutkan dengan kesenian daerah “jaran kepang” dan “bantengan” . Acara ini tidak terlalu saya suka karena anak-anak takut melihatnya. Yang berkesan dari pesta ini adalah betapa besar “antusias” warga desa di dalam melakukan pesta rakyat ini… semangatnya luar biasa…

bantengan1

Kebahagiaanku

kittyKebahagiaanku adalah saat Aku hidup bersama dengan orang yang Aku cintai

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihatnya tersenyum bahagia di depanku

Kebahagiaanku adalah saat Aku mengenggam tangannya dan bersandar dipundaknya

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat orangtuaku tertawa riang

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat sahabat-sahabatku tersenyum bahagia

Kebahagiaanku adalah saat Aku melihat matahari terbit dan merasakan sejuknya pagi

Kebahagiaanku adalah saat Aku menyaksikan matahari terbenam dengan desir pasirnya yang menenangkan

Kebahagiaanku adalah saat Aku merasakan hembusan angin di wajahku

Kebahagiaanku adalah saat Aku bisa selalu bersyukur dengan apa yang Aku punya, dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT, dan selalu merasa cukup

Kebahagiaanku adalah saat engkau merasa bahagia, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku

Puzzle

puzzleKehidupan itu seperti sebuah permainan puzzle, setiap orang akan memainkan dan menyusun puzzelnya masing-masing. Setiap perbuatan kita adalah patahan-patahan puzzle yang akan kita susun sendiri untuk menceritakan untaian kisah. Puzzle yang dimainkan sangat dipengaruhi cara kita melukis dan menyusun setiap keping perbuatan yang dilakukan. Dan yang menentukan sempurnanya dalam memainkan puzzle terletak pada ketepatan kita dalam meletakkan setiap patahan-patahan puzzelnya. Dan akan sangat membahagiakan saat meletakkan kepingan puzzle akhir pada tempat yang tepat sekaligus memperjelas kesempurnaan gambar pada puzzelnya. “Selamat menyusun setiap patahan kisah dalam puzzle kita masing-masing”.

 

Ibu

ibuIbu adalah sumber inspirasiku… dari tangan beliau anak-anaknya tumbuh dan berkembang. Beliau sangat berwibawa sekali, jarang sekali berbicara yang tidak bermakna…ucapannya mengalir seperti air jika memberikan nasehat. Hal-hal yang diucapkan selalu baik… Kalau tidak tahu, beliau diam dan tidak pernah berbohong…

Cara “unique” di pagi hari untuk  membangunkan seisi keluarga adalah dengan menyetelkan televisi acara “Kuliah Subuh”.  Ceramah agama Islam selalu kami dengarkan pertama kali setiap bangun tidur. Saya suka sekali mendengar penceramah (kala itu) KH. Muhammad ‘Imaduddin AR, KH. Mawardy Labay, KH. Anwar Sanusi, Yusril Ihza Mahendra, KH. Mahfud MD, Hj. Lutfiah Sungkar, KH. Syafii Antonio, dll

Kalau menasehati anak-anaknya, beliau sambil meneteskan air mata… dan meminta maaf pada anak-anaknya kalau ada hal yang salah. Sangat mengena di sanubari. Tanpa berkata-kata dengan melakukan contoh perbuatan yang baik, itu merupakan suri teladan bagi kami anak-anaknya.

Sekarang beliau sudah meninggal dunia, tidak terdengar lagi nasehat-nasehatnya… tapi lewat orang-orang yang “berarti” nasehat-nasehatnya selalu terdengar. “Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghiran”