Belajar dari anak

anakDi suatu hari… di waktu pagi… ketika saya sedang didepan cermin dan memakai jilbab untuk persiapan berangkat bekerja… anakku berkata :  “mama… aku ingin mama kelihatan cantik… seperti mamanya temanku… D:                                                             … aku tersenyum… jawabku : “apa yang menyebabkan mama temanmu cantik nak…?” Dengan polos jawabnya : ” mamanya temanku kalau pakai jilbab modis ma… coba mama pakai jilbab kayak gitu… semakin cantik ma… Pantas nggak nak… kalau mama yang pakai… jawabku… {nggak PeDe (D:)} Jawab anakku… “coba ya ma… mama aku rias ya…”

Dengan cekatan anakku memasangkan jilbab yang  menurutnya “modis” dan… tara… jadilah… mama yang cantik versi anakku…

Okelah… untuk menyenangkan hatinya mama berangkat dengan model jilbab ala anakku tercinta…

Alhamdulillah… sampai ditempat kerja… teman-teman mama suka…                       Anakku… mama memang harus belajar darimu…

Seperti air mengalir…

mengalir1Bismillahirrahmaanirrahiim…

Dalam kehidupan ini, kita tidak pernah merancang apa-apa yang kita kehendaki… semuanya mengalir seperti air… tidak pernah berencana apa-apa, tidak pernah menginginkan ini… itu… semuanya “berproses” secara alami.

Kalau toh ada sesuatu yang membuat hati ini bahagia, sakit, sedih, tidak bisa berbuat apa-apa, nelangsa, bingung, pusing, tidak tahu atau apapun istilahnya yang membuat kita tidak “nyaman” itu juga bukan karena hasil rekayasa / pura-pura.

Yang kita cari adalah “rasa bahagia” karena perasaan ini tidak bisa dibeli oleh apapun. Rasa bahagia ini bukan yang didapatkan dari sesuatu yang “sekejap”/instan  tapi inginnya yang ada nilai keberkahan dan dalam kurun waktu yang lama. Tentunya yang di-ridhoi oleh Allah SWT.

Didalam kandungan ibu pada saat roh kita ditiupkan, sudah ditetapkan berapa rizqi kita, ajal kita, amal kita, dan celaka atau bahagia kita.

Aku berpasrah padaMU ya Robbi… karena KAU paling TAHU apa yang terbaik bagiku.