Makna Kehidupan

kupuBismillahirrahmaanirrahiim…

Manusia hidup di dunia ini diciptakan oleh Allah swt untuk menjadi Khafilah. Kehidupan ini bagaikan mata rantai yang saling “terkait” sehingga dapat berputar di dalam siklusnya. Jika kita sedikit merenung dan berdiam diri, segala peristiwa yang terjadi itu merupakan suatu hal… sebab dan  akibat . Satu peristiwa memaknai peristiwa lainnya. Seringkali kita tahu kejadian yang terjadi saat ini adalah merupakan akibat dari adanya kejadian-kejadian yang telah terjadi sebelumnya. Dan kita memahami peristiwa yang saat ini terjadi adalah untuk peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Segala sesuatu hal yang datang pada kehidupan kita, selalu ada keputusan-keputusan dari berbagai pilihan-pilihan yang telah dipertimbangkan masak-masak dengan berbagai pemikiran dari berbagai sudut pandang. Keputusan tersebut harus paling tepat dan terbaik agar mata rantai kehidupan ini tetap saling tersambung sehingga motor kehidupan dapat terus bergerak.

Demikian juga dengan makna dari setiap peristiwa, bagaimana akal pikiran dan hati nurani saling berkolaborasi untuk dapat memahami setiap hal yang terjadi sehingga kita dapat mengambil hikmahnya.

Memiliki pemikiran bahwa di dalam kehidupan ini pasti ada hikmah yang terbaik tergantung kepada pola pikir yang dapat memberikan motivasi ke arah yang positif. Atau jika tidak dapat, kita terjatuh pada pola pikiran yang kusut bagaikan benang ruwet. Hal ini juga akan menyebabkan mata rantai kehidupan kita akan kusut, sehingga tidak jelas arahnya. Mata rantai kehidupan yang kusut menyebabkan pikiran kita tidak jernih. Permasalahan tidak dapat terurai, overlapping, tumpang tindih sehingga sulit mengambil keputusan.

Agar mata rantai kehidupan dapat berputar dengan baik dan sempurna diperlukan pelumas. Pelumas yang paling bagus adalah Iman kepada Allah swt. Karena dengan ber- Iman kepada Allah swt, kita akan melihat segala sesuatu dengan kejernihan pikiran serta keyakinan bahwa segala sesuatu hal yang terjadi pada kehidupan kita adalah hal yang paling terbaik yang diberikan Allah swt dan pasti akan memberikan makna sehingga kita akan senantiasa berpikiran dengan pola pikir yang sehat dan positif.

Segala peristiwa yang tiba-tiba hadir di dalam hidup ini, pasti terselip pesan yang tersembunyi dan suatu pelatihan dari waktu ke waktu agar menjadi pandai memaknai kehidupan. Sehingga segala keputusan yang kita ambil akan sempurna untuk kehidupan kita di masa yang akan datang.

Apapun keputusan yang kita ambil, akan menghasilkan sebuah perilaku atau tindakan . Jangan melupakan janji Allah swt, bahwa Allah swt membayar kita dengan lunas, sebutir debupun kebaikan akan dibayar lunas bahkan digandakan demikian sebaliknya.

Semoga kita semua dapat memaknai kehidupan ini. Aamiin…

Universitas Brawijaya

images (2)

Menyimak Visi Universitas Brawijaya yang telah dirumuskan oleh pendirinya adalah sebagai berikut : Universitas unggulan berstandar Internasional yang berperan aktif di dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian  kepada masyarakat.

Sungguh luhur dan luar biasa sekali para pendiri Universitas ini didalam merumuskan visinya, karena mereka  memikirkan dan mempraktekkan peranan secara aktif civitas akademika didalam pembangunan bangsa… negeri tercinta Indonesia tumpah darah kita.

Yang menjadi pertanyaan saat ini ditengah berkembangnya kehidupan yang hedonisme dengan berbagai keanekaragamannya dapatkah Universitas Brawijaya memberikan suatu sumbangsih yang nyata untuk negeri tercinta ini dengan mengacu pada visi tersebut.

Kehidupan hedonisme berkembang di Indonesia karena pengaruh dari era Globalisasi. Mereka yang menganut faham hedonisme akan  menomersatukan kesenangan dan kenikmatan materi sebagai suatu tujuan hidup. Karena mereka beranggapan bahwa hidup hanya satu kali, kapan lagi kalau tidak menikmati hidup senikmat nikmatnya tanpa memperdulikan orang lain apakah hal ini menyenangkan atau merugikan.

Alangkah mirisnya jika faham ini dimiliki oleh pemimpin – pemimpin bangsa. Sedih sekali… Tuhannya bukan Allah swt, tapi yang lainnya Tuhannya Harta, Tuhannya Materi, Tuhannya Kesenangan dan Tuhannya Tahta. Kejahatan dan keburukan moral merajalela dimana – mana. Masyarakatnya hiruk pikuk saling bertikai, saling berebut, saling menyalahkan, tidak ada rasa kasih sayang… yang ada saling menyakiti dan bunuh membunuh… Dimanakah masyarakat Indonesia yang dahulu… penuh toleransi… ramah tamah, sopan, santun, berbudaya dan bertata krama yang baik didalam  keanekaragaman suku, agama, budaya dan bahasa ?

Maka tepat sekali jika negeri ini menunggu peran, kiprah dan gebrakan dari civitas akademika di Universitas Brawijaya.

Selalu bersemangat untuk merubah dan memajukan peradaban bangsa … bersama-sama pasti kita bisa….

Universitas Brawijaya is the best..

Puisi Taufik Ismail

imagesDua orang cucuku bertanya tentang angka angka… Datuk-datuk aku mau bertanya tentang angka-angka … Kata Aidan cucuku laki-laki… Aku juga … aku juga … kata Raina cucuku yang perempuan…Aku juga mau bertanya tentang angka-angka…Rupanya mereka pernah membaca bukuku tentang angka-angka… dan ini agak mengherankan…Karena mestinya mereka bertanya tentang puisi… Tetapi baiklah… Rupanya mereka di sekolahnya di SMA ada tugas menulis makalah… Mengenai puisi, dia sudah banyak bertanya ini itu, sering berdiskusi… Sekarang Aidan dan Raina datang dengan ide mereka… Menulis makalah dengan angka-angka … Begini datuk…Katanya ada partai di dunia itu membantai 120 juta orang selama 74 tahun di 75 negara… Kemudian kata Aidan dan Raina ya… ya… 120 juta orang yang dibantai… Setiap hari mereka membantai 4500 orang selama 74 tahun di 75 negara… Kemudian cucuku bertanya … Datuk datuk, ko ada orang begitu ganas ? … Kemudian dia bertanya lagi… Kenapa itu datuk ? Mengapa begitu banyak ? Mereka melakukan kerja paksa, merebut kekuasaan di suatu negara…Kerja paksa … Kemudian orang-orang di bangsanya sendiri berjatuhan mati… Kerja paksa… Kemudian yang kedua Sesudah kerja paksa Program ekonomi di seluruh negara komunis tidak ada satupun yang berhasil… Mati kelaparan, bergelimpangan di jalan-jalan… Kemudian yang ketiga… Sebab jatuhnya puisi ini … Sebabnya adalah mereka membantai bangsanya sendiri… Di Indonesia… Pertamakali dibawa oleh Musso… dibawa Musso… Di Madiun mereka mendengarkan pembantaian…

Ganjar Pranowo

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Biografi dan Profil Ganjar Pranowo - Pemimpin Inspiratif Dari Jawa Tengah 3 (1)

Teramat sangat terinspirasi dengan Bapak Ganjar Pranowo… Gubernur Jawa Tengah . Empat jempol untuk bapak ini… (dua jempol tangan dan dua jempol kaki D:)

Kemarin 12-2-2018, beliau hadir dalam acara Hitam Putih di TRANS7 bersama Dedy Corbuzier. Talkshow bisa didengarkan disini :

https://www.youtube.com/watch?v=XkwF-A_Jv2Q

https://www.youtube.com/watch?v=XbJ6o45qug8

Biodata :

  • Nama : H. Ganjar Pranowo,SH,M.IP
  • Lahir   : Karanganyar, 28 Oktober 1968

Riwayat Pendidikan :

  • SDN 1 Kutoarjo
  • SMPN 1 Kutoarjo
  • SMA BOPKRII Yogyakarta
  • Universitas Gajahmada, Fakultas Hukum
  • Universitas Indonesia, Pascasarjana Ilmu Politik

Penghargaan :

  • Gubernur Inovatif 2014-2016
  • Penghargaan Adi Tangguh dari Badan Nasional  Penanggulan Bencana 2015
  • Tokoh Publik Inspirasional IPRAS 2015
  • Penghargaan KPK 2015
  • Penghargaan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)

a1

Puisi KH. Mustofa Bisri

gus mus

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya

Kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir

Aku harus bagaimana ?

Kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai

Kau bilang jangan banyak tingkah aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana ?

Kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku

Kau suruh aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana ?

Aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimpung kakiku

Kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana ?

Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa

Kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya

Aku harus bagaimana ?

Aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya

Aku kau suruh berdisiplin, kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilNYA dengan pengeras suara setiap saat

Kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana ?

Aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya

Aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana ?

Kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah

Kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana ?

Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi

Aku kau suruh bertanggung jawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bisshowab

Kau ini bagaimana ?

Kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku

Kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana ?

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu

Kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis

Kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana ?

Kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah

Kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana ?

Aku bilang terserah kau, kau tidak mau

Aku bilang terserah kita, kau tak suka

Aku bilang terserah aku, kau memakiku

Kau ini bagaimana ?

Atau aku harus bagaimana ?

Tamu Istimewa

IMG20180202070803Alhamdulillah… sudah beberapa minggu ini di hutan jurusan Biologi ada tamu istimewa yang singgah. Yaitu sekelompok ” ulat berbulu” yang membuat bulu kuduk kita berdiri jika melihatnya, dan semua orang yang berada di gedung ini akan menjerit jika tamu ini berkunjung ke ruang TU atau Laboratorium dan tiba tiba bertengger di meja kerja atau menemani kami pada saat mencetak kertas kerja karena berada diatas printer (D:). Dan seringkali mereka terbawa angin dan menempel di baju ataupun di jilbab kami jika memasuki gedung. Memang kondisi ini sangat tidak menyenangkan… tapi kami belum bisa berbuat apa apa… bagaimana kami memperlakukan tamu kami ini…. Dan tampaknya tamu kami ini sudah beranak pinak dan membuat rumah tinggal di atas pohon…(seperti yang terlihat di gambar). Sebagai orang Biologi kami memikirkan mereka… tamu istimewa ini… rasanya kami tidak sampai hati jika membunuh makhluk lemah ini…. mereka walaupun menjijikkan tapi memiliki hak untuk hidup dan bisa berkembang menjadi kupu kupu yang cantik….Dan seringkali kami mendengar suara burung bernyanyi merdu sekali… dalam hati kami tersenyum… pasti burung burung tersebut sangat bersuka ria mendapatkan makanan yang sangat istimewa, tapi seberapa sih… yang mampu dimakan burung tersebut….. karena jumlah burungnya tidak sebanding dengan ulatnya…. kecuali jumlah burungnya diperbanyak…. maka terciptalah…. rantai makanan yang tidak pernah terputus… Subhanallah…. rizki semua makhluk Allah SWT sudah disediakan olehNYA.  Tamu istimewa ini membuat kami berbahagia berbunga bunga karena mendengar suara burung yang bernyanyi…. merdu sekali… sehingga kami dapat melupakan untuk sementara rasa jijik kami terhadap makhluk yang berbulu ini. Harus bagaimanakah kami bersikap…. Sikap Bijaksana sebagai seorang manusia….

Ibu

mwAssalamu’alaikum wr wb… Selamat Hari Ibu… untuk seluruh ibu-ibu yang ada di Indonesia semuanya… Bersyukur sekali di-Anugerah-i dan di-Amanah-i oleh Allah swt menjadi seorang IBU.

Menjadi seorang Ibu adalah sangat membahagia-kan, karena segala aktivitas yang berperan aktif di dalam keluarga adalah Ibu…Seorang Ibu dapat menjadi Ratu Dapur, Ratu Keuangan, Ratu Kecantikan (D:)

Dengan “kepeka-annya” seorang ibu dapat melihat… menilai dan merasakan segala apa saja yang ada disekelilingnya.

Ada puisi inspiratif dari Taufik Ismail yang bagus sekali dan dijadikan lagu untuk Chrisye (alm) sebagai berikut :

Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Akan datang hari

Mulut dikunci

Kata tak ada lagi

Akan tiba masa

Tak ada suara

Dari mulut kita

Berkata tangan kita

Tentang apa yang dilakukannya

Berkata kaki kita

Kemana saja dia melangkahnya

Tidak tahu kita

Bila harinya

Tanggung jawab, tiba…

Rabbana

Tangan kami

Kaki kami

Mulut kami

Mata hati kami

Luruskanlah

Kukuhkanlah

Di jalan cahaya

Sempurna

Mohon karunia

Kepada kami

HambaMu Yang Hina

Di jalan cahaya

Sempurna

Mohon karunia

Kepada kami

HambaMu Yang Hina

https://www.youtube.com/watch?v=MFY62ahWwyo

Puisi Taufik Ismail

taufikMembaca Tanda-Tanda

Ada sesuatu yang rasanya mulai lepas dari tangan
dan meluncur lewat sela-sela jari kita

Ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
tapi kini kita mulai merindukannya

Kita saksikan udara abu-abu warnanya
Kita saksikan air danau yang semakin surut jadinya
Burung-burung kecil tak lagi berkicau pagi hari

Hutan kehilangan ranting
Ranting kehilangan daun
Daun kehilangan dahan
Dahan kehilangan hutan

Kita saksikan zat asam didesak asam arang
dan karbon dioksid itu menggilas paru-paru

Kita saksikan
Gunung memompa abu
Abu membawa batu
Batu membawa lindu
Lindu membawa longsor
Longsor membawa air
Air membawa banjir
Banjir membawa air airmata

Kita telah saksikan seribu tanda-tanda
Bisakah kita membaca tanda-tanda?

Allah
Kami telah membaca gempa
Kami telah disapu banjir
Kami telah dihalau api dan hama
Kami telah dihujani abu dan batu

Allah
Ampuni dosa-dosa kami

Beri kami kearifan membaca
Seribu tanda-tanda

Karena ada sesuatu yang rasanya
mulai lepas dari tangan dan meluncur lewat sela-sela jari

Karena ada sesuatu yang mulanya tak begitu jelas
tapi kini kami mulai merindukannya.

Doel Arnowo

doel-arnowo

Nama : Doel Arnowo (nama asli Abdoel Adhiem)

Lahir : 30 Oktober 1904

Wafat : 18 Januari 1985

Jasa terhadap negeri ini :

Beliau berjuang untuk negeri tercinta ini tanpa pamrih dengan mengorbankan harta dan nyawanya dan juga pernah menjadi Rektor Universitas Brawijaya yang pertama pada tahun 1963 – 1966

Kata-kata Inspiratif :

Lembaga-lembaga pendidikan yang hendak didirikan Pembangunan  Nasionalisme Indonesia nanti, mudah-mudahan dapat menggantikan peranan “pengobar semangat“. Dalam menanggapi anak muda dewasa ini, kita juga sering keliru. Dengarkan apa yang mereka katakan, beri mereka kesempatan bicara, karena dia adalah orang-orang “masa datang

Tindakan yang romantis :

Pada saat proses untuk “me-negerikan” Universitas Brawijaya beliau melakukan cara dengan membawa grup ludruk untuk main di Istana Negara dan disaksikan para pejabat tinggi negara termasuk presiden Soekarno. Sebelum rombongan ludruk tampil, beliau mengintruksikan menyisipkan pesan sehingga terlontar dialog sebagai berikut :
A : Jare anakmu kuliah nduk Malang ( Katanya anakmu kuliah di Malang)
B : Iya nduk nggone UNBRA (Ya di UNBRA)
A : Lha kenek opo kok nggak mari-mari (Kenapa nggak selesai juga)
B: Lha wong gak ndang di negrekno (Habis nggak cepat dinegerikan)
A : Lha kenek opo kok gak ndang di negrekno (Kenapa nggak cepat dinegerikan)
B : Gak kober be’e (Nggak sempat kali)
Berkat perjuangan beliau akhirnya keluarlah SK Menteri PTIP No. 1 tahun 1963 pada tanggal 5 Januari 1963.

Terimakasih bapak… Merdeka…

Sumber : https://www.kompasiana.com/andarkaneka/doel-arnowo-sosok-nasionalis-rektor-pertama-univesitas-brawijaya_552811ff6ea83498278b45af

Anak

pemanahSekedar sharing tentang “anak”, jadi teringat Puisi Kahlil Gibran tentang anak di link ini.

Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka dilahirkan melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
Karena mereka memiliki fikiran mereka sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya, sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur teguh yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan