Hidup

kupu-kupuMengutip tulisan di sini tentang Hidup :

Kita tidak selalu dapat merancang hidup dalam bentuk blue print…
Serumit atau seteliti apapun itu…
Yang menyenangkan dalam hidup adalah…
Seringkali hidup berjalan sangat sederhana,
Namun teramat kuat dan mendalam…
Percayalah…
Kita tidak berjalan diatas rencana-rencana…
Hidup mengalir diatas tindakan-tindakan…

Subhanallah…

Berdasarkan pengalaman penulis… mohon maaf jika salah… sikap Ikhlas dan Sabar adalah modal utama dalam menjalani kehidupan ini. Dengan melakukan tindakan-tindakan yang nyata maka dengan sendirinya apa-apa yang kita inginkan akan terpenuhi. Alhamdulillah…

Arti sebuah kejujuran

nasehatSeorang ibu menasehati anaknya :

Anakku… berkatalah jujur… karena jika kau berkata jujur maka kau terhindar dari segala marabahaya.

Diamlah jika kamu tidak tahu… jangan berkata yang tidak ada gunanya…

Sekali kau berkata tidak benar, maka kamu akan selalu berusaha menutupinya…

Sampai kapan kau menutupinya… karena serapat-rapatnya kau menutupi

Akan ketahuan juga…

Memasak

Sebagai seorang ibu, memasak adalah sebuah rutinitas yang tidak terlewatkan setiap harinya. Terkadang prakteknya begitu mudah… terkadang sangat sulit…

Menentukan jenis masakan yang dapat membangkitkan “selera” serta suasana hati yang membuat sekeluarga merasakan “enaknya” masakan itu yang paling penting .

Begitu sedihnya jika kita sudah susah-susah memasak… customer-nya “adem ayem”.

Mungkin perlu banyak referensi untuk menu masakan, variasi masakan  dan tampilan yang menarik sehingga dapat mengundang selera untuk makan.

Belajar dan terus belajar … selalu bersemangat memasak yang lezat untuk keluarga…

Ayah

ayah

Sekedar sharing tentang sosok “ayah” yang aku kenal,,, beliau sangat sabar sekali terhadap putra-putrinya (kami 4 bersaudara 3 perempuan dan 1 laki-laki) dan terhadap anaknya yang laki-laki beliau tegas dan cenderung agak keras.

Dan ada cara yang “unique” yang dilakukan ayah untuk memanggil anak-anaknya… pada saat kami dirumah  dan suasana santai, beliau memanggil anak-anaknya yaitu lewat “siulan” …  tiap anak spesifik nada siulannya  dan kami anak-anaknya tidak pernah salah mendeskripsikannya… so sweet…

Tanpa berkata kami bisa merasakan suasana hati ayah, jika ayah sedang beristirahat karena baru pulang bekerja maka kami anak-anaknya tidak akan menciptakan suasana gaduh di rumah dan jika ada tamu yang ingin bertemu ayah, kami anak-anaknya tidak berani untuk membangunkan beliau.

Sosok ayah yang sangat bersahaja dapat meng-inspirasi saya dan dapat merasakan sosok beliau walaupun sudah meninggal dunia, selalu ingat nasehat-nasehatnya

Terimakasih ayah…

Tuty Yosenda

tuty yosenda

  1. Nama                    :  Tuty Yosenda
  2. Tempat tgl lahir     :  Malang, 16 Desember 1963
  3. Pendidikan           :  Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya 
  4. Perjalanan karier  :  Sempat menjadi pegawai negeri dan mengajar Komunikasi                                         Bisnis di Politeknik Malang selama hampir 10 tahun, pengajar                                     relawan di sebuah pesantren, instruktur senam pernafasan,                                        trainer SDM, terapis, penulis
  5. Nama suami         :  Dadang Mohammad
  6. Artikel yg ditulis    :  dapat dibuka di http://www.kompasiana.com/mapisnotterritory
  7. Buku yg ditulis      :  Demi Waktu
  8. Profil                     :  Hanya perempuan kebanyakan dengan cita-cita ‘kebanyakan’                                    ;-) , yaitu jadi penonton, pemain, penutur, wasit, sekaligus …                                        penghibur. (^_^)

      Saya mengenal beliau lewat tulisan-tulisan yang sangat “greget” dan                                   dapat menginspirasi saya secara pribadi, dan juga saya suka sekali membaca status         di  jejaring sosial facebook https://www.facebook.com/tuty.yosenda?fref=ts

      Salah satu tulisan beliau yang saya suka  dan sangat inspiratif adalah :                               http://www.kompasiana.com/mapisnotterritory/mari-kita-saling-                                             mengamplopi_5500d4c1a33311d3725125be

      Selamat membaca…

Arti kebahagiaan dan kepuasan hidup

maslowMenurut Abraham Maslow kebutuhan dasar manusia seperti gambar piramida dibawah ini maslow

1.Kebutuhan Fisiologis / Kebutuhan Dasar : bernafas,tidur,makan, minum, kesehatan, tempat tinggal , pakaian, dll

2.Rasa Aman dan Perlindungan /Kebutuhan Ketenteraman Jaminan Hidup : adanya Hukum Negara yang melindungi dirinya,mempunyai pekerjaan dengan pendapatan yang baik , mempunyai Asuransi yang menanggung kalau ada satu kejadian yang tidak diharapkan .

3.Rasa Cinta Memiliki dan Dimiliki /Kebutuhan Sosial : Hubungan dalam satu masyarakat yang baik, berkeluarga, mempunyai teman, kemitraan, kecintaan.

4.Harga Diri /Adanya pengakuan terhadap dirinya : Adanya pengakuan yang berhubungan dengan penghargaan dirinya, status dirinya , dihormati , ada pujian, mempunyai kekayaan dan pengaruh.Adanya perasaan sukses dalam pekerjaan, merasa mental dan fisiknya dikagumi.

5.Aktualisasi Diri / Realisasi Diri : Yaitu bisa mengembangkan yang menurut dirinya baik atau bisa mengembangkan bakatnya sehingga merasa mencapai kesempurnaan.

Continue reading

Lingkungan Madani

helpBismillahirrahmaanirrahiim…

Sekedar sharing tentang lingkungan yang Madani… saya bermimpi suasana yang sangat “hangat” dan menomer satukan “kejujuran”. Tidak ada “prasangka” diantara satu dengan yang lain. Tidak merugikan salah satu pihak… dan ada perasaan “gembira” jika saling bertemu.Dapat saling merasakan “kebaikan-kebaikan” orang lain saat berinteraksi. Semuanya bersikap sopan santun, tidak saling membedakan.

Semuanya dapat bekerja dengan nyaman…

Putih dikatakan putih… dan hitam dikatakan hitam… Tidak ada warna abu-abu.

Mungkin… saatnya ada suatu sistem yang mengatur semua ini.

Semuanya akan indah pada waktunya…

Kebahagiaan

bunga bergerakJika kita selalu mencari-cari kebahagiaan, maka kita pasti tidak akan menemukannya. Karena hakekat kebahagiaan adalah “kebahagiaan” itu sendiri.

Dan di alam dunia ini sudah terjadi suatu hukum alam… ada sebab maka ada akibatnya… Jika A=x dan B=y maka akan terjadi hal “z”.

Jadi berbahagialah orang-orang yang pandai “bersyukur”

Dengan banyak bersyukur maka hati kita akan tenang…

Saat ini banyak sekali yang aku syukuri, dari hal-hal yang paling kecil… melihat anak-anakku sehat dan ceria… melihat perkembangannya… merasa nyaman berada di rumah…home sweet home… merasa nyaman disamping suami… diperhatikan suami… menjadi ibu rumahtangga dan mengelola keluarga dibantu suami yang selalu ringan tangan dan menyenangkan hati… berada disekeliling keluarga yang hangat…Alhamdulillah…

Semoga keluarga kecil kami selalu dapat merasakan syukur yang tidak pernah terputus. Amin ya Rabb…

Efek Domino

 

domino

Ada kalimat yang indah sekali :

Jika engkau keras pada dirimu maka kehidupan akan lunak kepadamu dan jika engkau lunak pada dirimu maka kehidupan akan keras kepadamu…

Memang didalam “efek domino” seperti gambar diatas diperlukan suatu pembatas/ garis yang “kokoh” sehingga tidak menimpa domino-domino yang lain.

Pembatas itu berisi aturan-aturan ataupun berupa system yang bisa menggunakan piranti mesin ataupun manusia.

Sudah cukuplah domino-domino yang awal jatuh berguguran… saatnya membuka lembaran baru yang penuh dengan dinamika kehidupan yang indah.

Semua indah pada waktunya… dan orang yang bersabar selalu didalam lindunganNYA.

Skala Prioritas

airhujanIni penting… itu penting… ini tidak penting… itu tidak penting… seringkali kita terbelenggu pada ungkapan ini. Di dalam otak kita seringkali ungkapan-ungkapan tersebut “berseliweran” silih berganti.

Penting dan tidak penting setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda, menurut orang lain penting… tapi bagi kita itu tidak penting.

Menurut pengamatan saya, ada seseorang yang teknik analisanya terlalu “berputar-putar” sehingga kurang mengena pada sasaran.

Jika kita ingin membuat sebuah bangunan…maka kita perlu membangun pondasi yang kuat, sehingga kuat menyangga bangunan yang kokoh. sebesar apa bangunannya tidak akan khawatir bangunannya hancur.

Kebanyakan orang-orang hanya berpikir saat ini, tidak memikirkan “jangka waktu yang lama”. Rasanya sedih sekali…

Maka skala prioritas perlu kita jalankan,  untuk membangun pondasi yang kuat… terencana yang realistis… dan selalu berkelanjutan.

Majulah terus Indonesiaku…